Dinkes Cilegon Lakukan Monitoring PMT Lokal di Kota Bumi, Ingatkan Pentingnya Kolaborasi dan Kualitas Gizi
- account_circle Redaksi Medis PRO
- calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
- visibility 135
- comment 2 komentar

MedisPRO.co.id – Dinas Kesehatan Kota Cilegon bersama Tim Gizi melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal di Kelurahan Kota Bumi, Kecamatan Purwakarta. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB ini dilaksanakan di dapur penyelenggaraan PMT Lokal yang bertempat di rumah salah satu kader kesehatan, Rabu (25/06/2025).
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Puskesmas Purwakarta bersama Tim Pelaksana Gizi (TPG), petugas Promosi Kesehatan (Promkes), Lurah Kota Bumi, Babinsa dan jajarannya, serta para kader dan ibu balita penerima manfaat program PMT Lokal.
Monitoring ini bertujuan memastikan kualitas pelaksanaan PMT Lokal, yang mencakup keterlibatan tenaga kesehatan dalam perencanaan menu, pemantauan status gizi sasaran, serta pengelolaan anggaran secara efisien agar program berjalan optimal.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, drg. Hj. Ratih Purnamasari, MKM, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam mendukung pemenuhan gizi balita dan ibu hamil berisiko.
“PMT Lokal bukan sekadar memberi makan, tapi bagaimana kita hadir dari awal untuk memastikan perencanaan menu, kualitas bahan, hingga hasil akhirnya benar-benar berdampak pada perbaikan gizi sasaran. Kita ingin kegiatan ini tidak hanya selesai di dapur, tapi juga menyentuh perubahan nyata di keluarga-keluarga,” ujar drg. Ratih di sela kegiatan.
“Kami juga mendorong agar keterlibatan kader, tenaga gizi, dan masyarakat lebih maksimal. Karena kolaborasi ini yang akan memperkuat upaya percepatan penurunan stunting di Cilegon,” tambahnya.
Pada monev ini, tim juga melakukan wawancara dengan para ibu balita untuk menilai respons anak terhadap makanan yang diberikan. Aspek yang digali antara lain: apakah makanan habis dikonsumsi, daya terima balita terhadap jenis makanan, kondisi kesehatan selama pelaksanaan program, komitmen keluarga mengikuti kegiatan hingga akhir, serta manfaat yang dirasakan, khususnya peningkatan berat badan balita.
Menu makanan yang disajikan hari itu terdiri dari nasi putih, ayam kecap, sayur daun kelor, tahu goreng, buah otong, semangka, melon, dan puding coklat. Semua menu disusun oleh petugas gizi menggunakan siklus menu 30 hari, dengan mempertimbangkan preferensi dan kebutuhan sasaran.
Pengolahan makanan dilakukan oleh kader yang telah memiliki sertifikat laik higiene, memastikan bahwa aspek keamanan pangan tetap menjadi prioritas. Dari hasil pemantauan, tampak bahwa sebagian besar balita lahap mengonsumsi makanan yang diberikan.
Program PMT Lokal tahap pertama telah berjalan sejak 13 Mei 2025, menyasar 52 balita gizi kurang selama 56 hari. Adapun tahap selanjutnya yang akan dimulai pada Juli 2025 mencakup:
- 52 balita berat badan kurang (selama 28 hari)
- 143 balita berat badan tidak naik (selama 14 hari)
- 25 ibu hamil dengan KEK (Kekurangan Energi Kronis) (selama 120 hari)
Dinas Kesehatan Kota Cilegon menargetkan program ini dapat menurunkan prevalensi gizi kurang dan mendorong peningkatan status gizi masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Purwakarta. (*)





















































