Dinkes Cilegon Gelar Evaluasi Kolaborasi FKTP untuk Perkuat Layanan Kesehatan Primer
- account_circle Redaksi Medis PRO
- calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
- visibility 77
- comment 0 komentar

MedisPRO.co.id – Dinas Kesehatan Kota Cilegon melalui Bidang Pemenuhan UKP dan UKM menyelenggarakan Pertemuan Evaluasi dan Pembinaan Penguatan Kolaborasi Puskesmas dengan Klinik Pratama serta Tempat Praktik Mandiri Dokter (TPMD), Jumat (26/9/2025), di Aula Dinas Kesehatan Kota Cilegon.
Kegiatan ini menghadirkan 83 peserta yang terdiri atas perwakilan puskesmas, klinik pratama, TPMD, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Asosiasi Klinik (ASKLIN), serta pemangku kepentingan lintas sektor.
Penguatan Jejaring Layanan Primer
Ketua Panitia sekaligus Kepala Bidang Pemenuhan UKM dan UKP, dr. H. Febri Naldo, menegaskan bahwa forum ini menjadi instrumen strategis untuk memperkuat jejaring pelayanan kesehatan primer di tingkat daerah.
“Kolaborasi lintas fasilitas kesehatan primer sangat krusial untuk memastikan kesinambungan layanan, mulai dari promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif. Tujuannya agar akses kesehatan masyarakat tidak hanya merata, tetapi juga bermutu dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Transformasi Layanan Primer
Acara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, drg. Hj. Ratih Purnamasari, M.K.M., yang menekankan urgensi transformasi layanan primer sebagai agenda prioritas nasional.
“Puskesmas tidak dapat berdiri sendiri. Integrasi dengan klinik pratama dan dokter praktik mandiri merupakan langkah esensial untuk menciptakan sistem layanan primer yang lebih responsif, adaptif, dan berkesinambungan,” jelasnya.
Menurutnya, transformasi ini sejalan dengan kebijakan Keputusan Dirjen Yankes Nomor 8461 Tahun 2023 tentang integrasi pelayanan kesehatan.
Fokus pada Program Prioritas Nasional
Pertemuan ini diarahkan untuk memperkuat intervensi pada program prioritas kesehatan nasional, meliputi:
- Pencegahan dan percepatan penurunan stunting,
- Penurunan angka kematian ibu dan bayi,
- Peningkatan cakupan imunisasi dasar dan lanjutan,
- Penanggulangan tuberkulosis (TB), serta
- Pengendalian penyakit tidak menular (PTM), khususnya hipertensi dan diabetes mellitus.
Diskusi dan Rencana Tindak Lanjut
Melalui sesi diskusi interaktif, peserta melakukan:
- Evaluasi capaian indikator program prioritas,
- Identifikasi kendala lapangan, termasuk keterbatasan sumber daya dan koordinasi,
- Penyusunan rencana tindak lanjut berbasis kolaborasi antar-Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Forum ini juga menekankan implementasi konsep IQ-Care (Integrated Quality Care), yakni pendekatan layanan kesehatan terpadu yang menempatkan kebutuhan pasien sebagai pusat pelayanan (people-centered care).
Agenda Rutin untuk Monitoring dan Evaluasi
Dinas Kesehatan Kota Cilegon menegaskan bahwa kegiatan serupa akan dijadikan agenda rutin sebagai bagian dari mekanisme monitoring, evaluasi, dan penguatan koordinasi antar-FKTP.
Dengan strategi ini, diharapkan sistem kesehatan primer di Kota Cilegon semakin kokoh dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) sektor kesehatan, sekaligus mempercepat transformasi layanan primer yang dicanangkan Kementerian Kesehatan RI.
Redaksi Medis PRO





















































