Cara Mencegah Penularan Flu dari Ibu ke Bayi Saat Menyusui
- account_circle Redaksi Medis PRO
- calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
- visibility 96
- comment 0 komentar

Oleh: dr. Nadia Nurotul Fuadah
Ketika seorang ibu menyusui terserang flu, rasa khawatir terhadap penularan penyakit kepada si kecil tak terelakkan. Terlebih lagi jika bayi yang disusui masih sangat kecil, seperti dalam kasus yang disampaikan oleh seorang ibu yang sedang menyusui bayinya yang berusia tiga bulan. Ia mengalami gejala flu seperti pilek, batuk, dan nyeri tenggorokan, dan merasa cemas akan potensi penularan virus ke bayinya, meskipun ia tetap menyusui karena meyakini manfaat ASI bagi kekebalan tubuh bayi.
Dalam menjawab kekhawatiran tersebut, dr. Nadia Nurotul Fuadah menjelaskan bahwa pilek, batuk, dan nyeri tenggorokan pada ibu menyusui umumnya merupakan bentuk peradangan saluran pernapasan atas (hidung, sinus, tenggorokan). Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal seperti infeksi virus atau bakteri, alergi, iritasi, atau bahkan refluks asam lambung. Bila penyebabnya bukan infeksi, umumnya tidak menular. Namun, jika gejala disebabkan oleh infeksi virus, ada potensi penularan pada bayi yang imunitasnya belum sekuat orang dewasa.
Tanda Gejala Ringan dan Penanganannya
Apabila gejala baru muncul dan tidak disertai demam, dahak atau ingus berwarna kekuningan/hijau, sesak napas, mengi, muntah, atau gejala berat lainnya, maka ibu bisa melakukan perawatan mandiri di rumah. Berikut beberapa langkah yang disarankan:
- Perbanyak konsumsi air hangat – Tambahkan bahan alami seperti jahe, madu, atau teh peppermint untuk membantu meredakan keluhan tenggorokan.
- Penuhi asupan nutrisi – Konsumsilah makanan bergizi tinggi, khususnya yang mengandung kalori, protein, vitamin C, dan antioksidan.
- Hindari makanan tertentu – Seperti makanan dingin, berminyak, atau yang mengandung pemanis buatan.
- Jaga kebersihan tubuh – Mandi air hangat, rajin mencuci tangan, dan berkumur dengan air garam hangat hingga menyentuh tenggorokan.
- Irigasi hidung – Gunakan larutan NaCl 0,9% untuk membersihkan rongga hidung dari lendir dan iritan.
- Istirahat dan aktivitas fisik ringan – Tidur cukup dan lakukan olahraga ringan untuk membantu pemulihan.
- Perhatikan lingkungan sekitar – Pastikan rumah bersih, dengan sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik.
Tetap Menyusui dengan Tindakan Pencegahan
Meski sedang flu, ibu tetap disarankan untuk menyusui bayinya, karena ASI mengandung antibodi yang membantu memperkuat daya tahan tubuh bayi. Namun, pencegahan penularan tetap harus menjadi prioritas. Berikut tindakan pencegahan yang perlu dilakukan:
- Cuci tangan dengan sabun sebelum menyusui.
- Bersihkan puting payudara sebelum memberi ASI langsung.
- Gunakan masker saat menyusui untuk mencegah droplet menyebar ke bayi.
- Pertimbangkan memerah ASI, lalu minta bantuan orang sehat untuk memberikannya kepada bayi.
- Batasi kontak fisik dengan bayi kecuali saat menyusui, dan pastikan orang di sekitar bayi juga dalam keadaan sehat dan bersih.
- Jaga kebersihan bayi secara menyeluruh.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika gejala flu yang dialami ibu tidak membaik dalam tiga hari, atau bila muncul gejala berat seperti demam tinggi, dahak kental berwarna, sesak napas, atau bila bayi mulai menunjukkan gejala serupa, maka pemeriksaan ke dokter menjadi langkah penting yang tidak boleh ditunda.
Kesimpulan
Menyusui tetap bisa dilakukan meskipun ibu mengalami flu, asalkan dilakukan dengan hati-hati dan memperhatikan langkah-langkah pencegahan. Kunci utamanya adalah menjaga kebersihan dan menghindari penularan lewat kontak langsung atau percikan napas. Dengan langkah yang tepat, ibu tetap bisa memberikan nutrisi terbaik untuk bayinya tanpa harus khawatir berlebihan.
Sumber: Alo Dokter.
















































