Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Breaking News » Cilegon Gaungkan Semangat HAN 2025: Dinkes Fokus pada Pemeriksaan Kesehatan dan Edukasi Reproduksi Remaja

Cilegon Gaungkan Semangat HAN 2025: Dinkes Fokus pada Pemeriksaan Kesehatan dan Edukasi Reproduksi Remaja

  • account_circle Redaksi Medis PRO
  • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
  • visibility 73
  • comment 0 komentar

MedisPRO.co.id – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 Tahun 2025 disambut antusias oleh Dinas Kesehatan Kota Cilegon. Beragam program promotif dan preventif digelar secara menyeluruh, menyasar langsung anak-anak dan remaja di sekolah serta pesantren. Dengan mengusung tema nasional “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045”, momentum ini dijadikan ajang perwujudan aksi nyata, bukan sekadar seremoni tahunan.

Kepada MedisPRO.co.id, drg. Rully Kusumawardhany, M.M., Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Cilegon, menegaskan bahwa peringatan HAN harus dijadikan pemicu kesadaran kolektif lintas sektor, mulai dari keluarga hingga satuan pendidikan.

“Tugas kita bukan sekadar melindungi anak dari penyakit, tapi juga menanamkan pola hidup sehat sejak dini. Kesehatan anak adalah investasi strategis untuk masa depan bangsa,” tegasnya, Selasa (22/07/2025).

Dinkes mencatat sejumlah tantangan serius terkait kesehatan anak dan remaja saat ini, mulai dari anemia, obesitas, kebiasaan merokok di usia dini, hingga gangguan kesehatan mental.

“Kita tak bisa tutup mata terhadap data. Rendahnya pemahaman menjadi faktor utama. Karena itu, edukasi harus dilakukan secara masif—bukan hanya lewat sekolah, tapi juga melalui media sosial, podcast, hingga forum warga,” tambah drg. Rully.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Dinas Kesehatan Cilegon menggelar Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di seluruh jenjang pendidikan, dari SD hingga SMA, termasuk pesantren. Tim Puskesmas diterjunkan langsung ke sekolah-sekolah dengan alat skrining lengkap.

“Pemeriksaan meliputi kesehatan gigi, telinga, mata, tekanan darah, imunisasi, hingga kebugaran jasmani. Untuk remaja putri, kami juga lakukan skrining anemia serta edukasi kesehatan reproduksi,” jelasnya.

Tak hanya itu, sebanyak 154 modul pembelajaran kesehatan kini bisa diakses publik melalui portal digital seperti Rumah Pendidikan dan Ayo Sehat Kemenkes, memperkuat pendekatan edukatif yang inklusif.

Dalam rangkaian HAN, Dinkes juga menyelenggarakan podcast live talk show bertajuk “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045”, yang disiarkan langsung di Mandiri 102 FM.

Bd. Fitriani, S.Keb, Penanggung Jawab Program Pendidikan Usia Dasar dan Remaja, menyoroti pentingnya perbaikan pola konsumsi dan gaya hidup remaja.

“Banyak remaja konsumsi minuman manis, kurang tidur, malas olahraga, lalu mengeluh cepat lelah. Ini kebiasaan yang harus dibenahi sejak dini,” ujarnya.

Yeni Nur’aini, SKM, M.K.M., Penanggung Jawab Program Anak, turut menyoroti tingginya angka pengajuan dispensasi kawin oleh anak usia <19 tahun yang mencapai lebih dari 43.000 kasus secara nasional pada 2023. Ia menyebut hal ini sebagai sinyal penting perlunya penguatan edukasi kesehatan reproduksi.

“Kami banyak temui anak usia SMP yang sudah terpapar risiko kesehatan reproduksi. Karena itu, pendekatan edukatif dan skrining wajib diperluas. Kami libatkan guru dan kader sekolah sebagai mitra strategis,” ujarnya.

Respon masyarakat terhadap program PKG tahun ini terbilang tinggi. drg. Rully menyebut, keterisian kuesioner kesehatan siswa mencapai 90% hanya dalam dua hari. Lebih dari 1.200 siswa telah menjalani skrining di minggu pertama pelaksanaan.

“Ini menunjukkan tingkat kepedulian yang menggembirakan. Guru sangat kooperatif, bahkan sejumlah kepala sekolah mengusulkan agar PKG dijadikan agenda rutin,” ungkapnya.

Beberapa sekolah bahkan mulai menerapkan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) berbasis digital yang mampu merekam status kesehatan siswa secara real-time melalui aplikasi berbasis Google Form.

“Cilegon tak hanya mengejar capaian angka, tapi juga kualitas. Ini adalah langkah awal menuju generasi emas yang benar-benar sehat, cerdas, dan berdaya saing,” pungkasnya.

HAN 2025 di Cilegon menjadi contoh nyata sinergi lintas sektor dalam membangun ruang tumbuh yang sehat dan aman bagi anak. Dari layanan kesehatan massal hingga edukasi reproduksi dan dialog publik, seluruh upaya diarahkan pada satu tujuan besar: mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

(Redaksi MedisPRO.co.id).

Redaksi Medis PRO

Penulis

Media Edukasi Kesehatan dan Kedokteran

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less