Bagaimana Mengetahui Bayi Mengalami Sakit Perut?
- account_circle Redaksi Medis PRO
- calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
- visibility 106
- comment 0 komentar

Sebagai orang tua baru, menangani bayi yang sering menangis bisa menjadi tantangan besar, terutama jika tangisan tersebut terdengar lebih keras dan intens dari biasanya. Hal ini tentu membuat banyak orang tua khawatir, apalagi jika disertai gejala fisik seperti perut kembung dan gerakan kaki yang tidak wajar. Lalu, bagaimana kita bisa mengetahui apakah bayi memang sedang mengalami sakit perut atau hanya rewel biasa?
Tanda-Tanda Umum Bayi Mengalami Sakit Perut
Menurut dr. Nadia Nurotul Fuadah dari Alodokter, salah satu penyebab tersering bayi rewel dan menangis terus-menerus adalah kolik abdomen atau sakit perut akibat penumpukan gas di dalam saluran pencernaan. Beberapa gejala khas yang perlu diperhatikan orang tua meliputi:
- Tangisan yang berlebihan terutama setelah menyusu
- Perut tampak kembung, keras, dan terasa penuh
- Sering menggeliat atau menggerakkan kaki seperti kesakitan
- Gelisah saat menyusu
- Tidur tidak nyenyak
- Sering atau jarang buang angin
- Sering sendawa
- Kadang disertai muntah atau diare
Jika bayi menunjukkan kombinasi dari beberapa tanda di atas, besar kemungkinan ia sedang mengalami ketidaknyamanan pada perutnya.
Penyebab Sakit Perut pada Bayi
Kolik atau sakit perut bisa disebabkan oleh banyak hal, antara lain:
- Penumpukan gas di usus
- Alergi atau intoleransi terhadap makanan tertentu (termasuk laktosa)
- Infeksi pada saluran cerna atau saluran kemih
- Sistem pencernaan yang belum sempurna
- Obstruksi usus atau kondisi medis lainnya
Namun demikian, penting untuk diketahui bahwa tidak semua tangisan bayi berarti sakit perut. Bayi bisa rewel karena hal-hal sepele seperti:
- Mengantuk tapi sulit tidur
- Lingkungan yang terlalu bising, terang, atau suhu tidak nyaman
- Rasa lapar atau bingung puting (jika menyusu kombinasi ASI dan botol)
Kapan Harus Khawatir?
Meski tangisan bayi kadang membuat panik, dr. Nadia menyarankan agar orang tua tidak langsung cemas jika tidak ada tanda bahaya, seperti:
- Muntah yang menyembur dan sering
- Tidak buang air besar selama lebih dari 7 hari
- Sulit buang angin
- Demam tinggi
- Bayi tampak sangat lemas atau tidak responsif
Jika gejala-gejala di atas muncul, segera bawa bayi ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Cara Mengatasi Sakit Perut Ringan pada Bayi di Rumah
Untuk mengatasi atau meringankan keluhan perut kembung atau sakit ringan, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan di rumah:
- Lakukan kontak skin to skin – Peluk bayi dengan kulit langsung menyentuh kulit ibu untuk memberikan kenyamanan emosional dan membantu menenangkan bayi.
- Ciptakan lingkungan yang tenang – Pastikan ruangan tidak terlalu bising, silau, panas, atau dingin.
- Susui lebih sering dan dari payudara langsung – Hindari dot dengan aliran yang terlalu deras yang bisa menyebabkan bayi menelan udara berlebihan.
- Sendawakan bayi setiap kali setelah menyusu – Ini membantu melepaskan gas yang tertelan selama menyusui.
- Pijat lembut perut bayi – Gunakan minyak penghangat dan pijat perut bayi secara memutar untuk membantu gas keluar.
- Pilih pakaian yang nyaman – Hindari pakaian ketat yang bisa menekan perut bayi.
- Hindari pemberian susu formula atau produk susu lainnya sebelum usia bayi mencapai 6 bulan, kecuali direkomendasikan oleh dokter.
Kesimpulan
Menangis adalah cara utama bayi berkomunikasi, dan meskipun tidak semua tangisan berarti ada masalah serius, penting bagi orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku dan gejala fisik lainnya. Jika bayi tampak sangat tidak nyaman dan menunjukkan beberapa tanda sakit perut seperti perut kembung, sendawa berlebihan, dan gangguan tidur, maka kemungkinan besar ia mengalami kolik atau ketidaknyamanan pencernaan ringan. Namun, jika muncul tanda-tanda bahaya, jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter.
Dijawab oleh:
dr. Nadia Nurotul Fuadah – Dokter Umum
Alodokter | 20 Mei 2025
















































