Mengatasi Telinga Terasa Penuh dan Berdengung Saat Flu
- account_circle Redaksi Medis PRO
- calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
- visibility 151
- comment 0 komentar

Telinga berdengung atau terasa penuh saat flu adalah keluhan yang cukup umum dialami banyak orang. Meskipun gejala flu lainnya seperti pilek dan demam mulai membaik, sebagian orang tetap merasakan sensasi tidak nyaman di telinga—terdengar berdengung, terasa seperti tertekan, atau bahkan sedikit tertutup. Apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?
Mengapa Telinga Bisa Berdengung Saat Flu?
Menurut dr. Riza Marlina, dokter di platform kesehatan Alo Dokter, kondisi telinga berdengung secara medis disebut dengan tinnitus. Ini bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala dari suatu kondisi yang mendasarinya.
Salah satu penyebab utama tinnitus saat flu adalah infeksi telinga bagian tengah (otitis media). Infeksi ini bisa terjadi ketika saluran penghubung antara telinga dan hidung, yang dikenal sebagai tuba eustachius, mengalami pembengkakan dan penyumbatan akibat infeksi saluran pernapasan atas seperti flu, pilek, atau alergi. Ketika tuba eustachius tersumbat, tekanan di dalam telinga menjadi tidak seimbang dan menimbulkan rasa penuh serta bunyi berdengung.
Penyebab lain yang juga bisa memicu tinnitus antara lain:
- Penumpukan kotoran telinga (serumen)
- Paparan suara keras secara terus-menerus
- Penyakit sistemik tertentu, seperti gangguan pembuluh darah atau tekanan darah tinggi
Apakah Perlu Minum Obat?
Jika Anda baru saja sembuh dari flu dan masih merasakan dengungan di telinga, dr. Riza menyarankan tidak langsung menggunakan obat, apalagi bila gejalanya belum mengganggu secara signifikan. Beberapa langkah alami dan rumahan bisa dilakukan terlebih dahulu untuk membantu meredakan keluhan.
Tips Mengatasi Telinga Berdengung Setelah Flu
Berikut beberapa cara alami dan langkah perawatan mandiri yang bisa Anda lakukan di rumah:
- Hindari Suara Bising
Paparan suara keras bisa memperparah kondisi tinnitus. Hindari mendengarkan musik terlalu keras, terutama dengan earphone, serta jauhi tempat yang terlalu bising. - Pastikan Telinga Tidak Kemasukan Air
Saat mandi atau mencuci muka, hindari agar air tidak masuk ke dalam telinga. Air yang masuk bisa memperparah peradangan atau infeksi yang belum pulih sepenuhnya. - Periksa Kotoran Telinga
Pastikan telinga Anda tidak tersumbat oleh kotoran. Namun hindari membersihkannya dengan cotton bud yang bisa mendorong kotoran masuk lebih dalam. Lebih baik gunakan pembersih telinga khusus atau kunjungi tenaga medis bila diperlukan. - Kompres Hangat
Mengompres bagian telinga dengan handuk hangat bisa membantu mengurangi tekanan dan meredakan peradangan di sekitar saluran tuba eustachius. - Cukup Istirahat dan Minum Air Hangat
Istirahat yang cukup membantu tubuh memulihkan diri dari flu dan peradangan. Minum air hangat bisa membantu melegakan saluran pernapasan dan secara tidak langsung memperbaiki fungsi tuba eustachius. - Melakukan Teknik “Valsalva”
Cobalah teknik meniup udara sambil menutup hidung dan mulut (Valsalva maneuver). Ini dapat membantu membuka tuba eustachius dan menyeimbangkan tekanan di telinga. Tapi lakukan dengan hati-hati dan tidak berlebihan.
Kapan Harus ke Dokter THT?
Jika semua langkah di atas sudah dilakukan namun:
- Telinga masih berdengung lebih dari 1 minggu
- Dengungan makin parah
- Telinga terasa sakit atau keluar cairan
- Terjadi penurunan pendengaran
Maka sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis THT. Pemeriksaan langsung dibutuhkan untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi telinga tengah atau gangguan lain yang lebih serius.
Kesimpulan:
Telinga berdengung setelah flu bisa disebabkan oleh penyumbatan saluran tuba eustachius akibat peradangan. Dalam banyak kasus, keluhan ini bisa mereda dengan perawatan rumahan dan istirahat cukup. Namun jika gejala menetap atau memburuk, segera periksa ke dokter THT untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Sumber:
dr. Riza Marlina, Alo Dokter, 11 Juli 2025.
















































