Pemkot Cilegon Mulai Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk 104 Ribu Siswa: Langkah Strategis Menuju Generasi Emas
- account_circle Redaksi Medis PRO
- calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
- visibility 165
- comment 0 komentar

MedisPRO.co.id – Pemerintah Kota Cilegon meluncurkan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) untuk seluruh anak sekolah, sebagai bagian dari strategi membentuk generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045. Program ini diresmikan di MAN 2 Cilegon, Rabu (6/8/2025), oleh Wali Kota Cilegon, H. Robinsar, melalui simbolis pemukulan gong.
PKG akan menjangkau 104.406 siswa di seluruh Kota Cilegon, mencakup 55.450 siswa SD/MI, 24.806 siswa SMP/MTs, dan 24.150 siswa SMA/MA/SMK. Program ini juga menyasar anak-anak di pondok pesantren dan pendidikan nonformal. Pelaksanaan pemeriksaan dijadwalkan setahun sekali setiap awal tahun ajaran, dimulai Juni hingga Desember.
Wali Kota Robinsar menyebut kesehatan anak adalah fondasi SDM unggul.
“Langkah ini untuk memastikan anak-anak di Cilegon tumbuh sehat, kuat, dan siap bersaing. Indonesia Emas 2045 dimulai dari kesehatan generasi muda,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa ancaman penyakit pada anak semakin beragam, termasuk penyakit yang dulu identik dengan orang dewasa seperti diabetes.
“Anak-anak harus rajin olahraga dan menjaga pola makan. Penyakit seperti diabetes kini banyak menyerang usia muda,” tambahnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Ratih Purnamasari, menekankan bahwa PKG adalah bagian dari deteksi dini penyakit. Tujuannya adalah menemukan kondisi pra-penyakit atau penyakit sejak awal untuk mencegah komplikasi, kecacatan, bahkan kematian.
Jenis pemeriksaan akan menyesuaikan jenjang pendidikan. Untuk tingkat SMA sederajat, mencakup pemeriksaan status gizi, aktivitas fisik, tekanan darah, gula darah, TBC, anemia, kesehatan telinga, mata, gigi, jiwa, hati, dan reproduksi.
“Dengan deteksi dini, penanganan dapat dilakukan cepat sehingga anak-anak dapat tumbuh optimal secara fisik dan mental,” ujarnya.
Program ini diharapkan menjadi model intervensi kesehatan sekolah yang efektif, mengingat data Kementerian Kesehatan menunjukkan peningkatan prevalensi obesitas, anemia, dan gangguan kesehatan mental pada remaja Indonesia. Dengan cakupan luas dan sistematis, PKG Cilegon berpotensi menjadi rujukan bagi kota lain dalam upaya membangun generasi sehat berdaya saing global.
(Red).






















































