Dinkes Cilegon Matangkan Persiapan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Siswa Sekolah Rakyat
- account_circle Redaksi Medis PRO
- calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
- visibility 123
- comment 0 komentar

MedisPRO.co.id — Dinas Kesehatan Kota Cilegon menggelar rapat internal lintas program pada Selasa (8/7), guna mematangkan persiapan pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bagi siswa Sekolah Rakyat. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Cilegon dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya peserta didik dari keluarga prasejahtera.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, drg. Hj. Ratih Purnamasari, M.K.M., tersebut melibatkan berbagai unsur teknis di lingkungan Dinkes. Hadir dalam rapat tersebut tim dari subkoordinator Kesehatan Masyarakat, subkoordinator Sarana Prasarana, pengelola program Penyakit Tidak Menular (PTM), pengelola program Imunisasi, hingga pengelola Mutu Pelayanan.
“Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini menjadi bagian penting dalam mendukung keberlangsungan program Sekolah Rakyat yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Cilegon. Kami ingin memastikan anak-anak yang belajar di Sekolah Rakyat mendapatkan layanan kesehatan dasar yang optimal, mulai dari skrining kesehatan hingga imunisasi lanjutan jika diperlukan,” ujar drg. Ratih.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus memperkuat koordinasi lintas program di internal Dinkes maupun lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terutama dengan Dinas Sosial yang menjadi mitra utama dalam penyelenggaraan program Sekolah Rakyat.
“Semoga koordinasi lintas OPD, khususnya dengan Dinas Sosial, berjalan baik sehingga pelaksanaan program ini bisa terlaksana dengan maksimal dan berkelanjutan. Aamiin,” tutupnya.
Program Sekolah Rakyat Kota Cilegon sendiri merupakan inovasi sosial yang memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu, dan kini juga mendapatkan perhatian dari sektor kesehatan. Pemeriksaan kesehatan gratis yang direncanakan ini mencakup pemeriksaan umum, status gizi, kesehatan gigi dan mulut, serta upaya pencegahan penyakit tidak menular sejak dini. (*)




















































