Kemenkes dan Kemendiktisaintek Bentuk KOMBERS, Dorong Transformasi Pendidikan dan Layanan Kesehatan
- account_circle Redaksi Medis PRO
- calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
- visibility 87
- comment 0 komentar

MedisPRO.co.id — Untuk menjawab tantangan sistemik dalam pendidikan dan layanan kesehatan di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi meluncurkan Komite Bersama (KOMBERS), Senin (30/6), di Jakarta. Komite ini akan menjadi platform kolaboratif guna mendorong peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan secara terintegrasi.
Akses dan Kualitas Layanan Masih Belum Merata
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menggarisbawahi tantangan utama dalam sistem kesehatan nasional: keterbatasan akses, kesenjangan kualitas, dan persoalan pembiayaan.
“Dari 514 kabupaten/kota, baru sekitar 80 yang memiliki layanan penyakit katastropik seperti di ibu kota. Kalau masyarakat Sukabumi atau Semarang masih harus ke Jakarta untuk berobat jantung, artinya sistem kita belum adil,” ujar Menkes Budi.
Sebagai solusi, pemerintah tengah memperkuat layanan rujukan dengan membangun dan melengkapi 66 RSUD di seluruh Indonesia. Targetnya, pada 2027, setiap kabupaten/kota memiliki fasilitas seperti CT scan dan cath lab, guna menunjang penanganan penyakit prioritas seperti stroke dan jantung.
Reformasi Pembiayaan dan SDM Kesehatan
Menkes juga mengungkap rencana revisi regulasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), termasuk penyesuaian skema tarif BPJS Kesehatan. Pendekatan berbasis prioritas penyakit akan menjadi landasan pembayaran layanan, bukan lagi semata jumlah tindakan medis.
Namun, menurut Menkes, kunci keberhasilan tetap terletak pada tenaga kesehatan.
“Alat sudah tersedia, pembiayaan disiapkan, tapi SDM kita masih kurang—terutama dokter spesialis. Ini harus ditangani segera,” tegasnya.
Karena itu, Menkes mengajak dunia pendidikan untuk meningkatkan kapasitas produksi tenaga kesehatan dan memperkuat kolaborasi lintas disiplin.
KOMBERS sebagai Jembatan Strategis
Peluncuran KOMBERS ditujukan untuk menjembatani sektor pendidikan tinggi, riset, dan layanan kesehatan. Komite ini akan mendorong pemanfaatan data, inovasi, dan kajian regulasi dalam reformasi layanan kesehatan.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor.
“Masalah kesehatan tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Kita harus bersinergi, mengesampingkan ego sektoral, dan mencari solusi yang nyata dan cepat dijalankan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kolaborasi multipihak, termasuk pemerintah daerah, sektor swasta, dan komunitas akademik, menjadi kunci transformasi sistem kesehatan.
“Tidak semuanya bisa ditanggung pemerintah. Kita harus bergotong royong, menghasilkan rekomendasi konkret yang bisa segera dieksekusi,” lanjutnya.
Prof. Brian juga menyoroti perlunya pendekatan lintas keilmuan dalam pengembangan sistem pendidikan dan riset kesehatan.
“Isu kesehatan itu kompleks. Perlu kontribusi dari berbagai bidang ilmu untuk menghasilkan teknologi dan kebijakan yang relevan,” tegasnya.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Kemendiktisaintek juga tengah menyusun kebijakan peningkatan kapasitas pendidikan spesialis.
“Peluncuran KOMBERS adalah awal dari sistem pendidikan dan layanan kesehatan yang lebih inklusif, efektif, dan bermartabat,” tutup Prof. Brian. (*)
















































